yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Tekno / Teknologi informasi mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat

Teknologi informasi mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat

±Rabu, 11 Maret 2015
Teknologi informasi mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat - Seperti inikah dampak teknologi informasi? Orang enggak mau ketinggalan informasi sedetikpun.

Seperti inikah dampak teknologi informasi? Orang enggak mau ketinggalan informasi sedetikpun. (Foto: sleeppro.com)

Tahukah kamu gejala information overload secara enggak sadar menghantui kita? Kini, bisnis telekomunikasi informasi lagi di puncaknya. Teknologi informasi makin enggak terbendung. Produk smartphone terbaru sudah dibenamkan teknologi 4G, sebuah lingkungan baru dalam teknologi komunikasi.

Awal tahun 1990-an Toffler sudah meramalkan bahwa bisnis telekomunikasi informasi akan merajai peradaban manusia di akhir abad 20 dan seterusnya. Dan konsekuensinya, kini mulai timbul gejala information overload atau kejenuhan informasi. Teknologi informasi udah berkembang sedemikian rupa dengan GSM, CDMA sampai ke era 3G bahkan sekarang sudah bersiap dengan teknologi 4G.

Handphone (HP) yang di awal masa kerja saya masih menjadi barang mewah, sekarang seperti barang kebutuhan primer dengan range harga begitu lebarnya dari 200-an ribu ke puluhan juta rupiah, bahkan udah menjelma menjadi smartphone atau telepon pintar. Teknologi informasi seakan menggiurkan untuk digeluti. Kios penjualan pulsa menjamur di mana-mana dan selalu ramai sehingga saya berpikir tampaknya orang lebih memilih untuk menahan lapar ketimbang harus menunda membeli pulsa. Bisnis telekomunikasi informasi emang lagi menggila saat ini.

Budaya orang-orang Indonesia juga sangat mendukung melesatnya angka penjualan HP dan alat-alat komunikasi lainnya. Sudah menjadi hal biasa, teman-teman kita berganti-ganti HP setiap bulannya seiring dengan timbul dan tenggelamnya merek-merek produk HP dan smartphone.

Karena itu tidaklah heran kalau Indonesia menempati posisi tinggi dalam penggunaan media sosial semacam Facebook, Twitter, Path dan lain sebagainya karena karakter orang Indonesia yang suka bergunjing dan bersosialisasi. Gelombang informasi pun makin tak terbendung. Orang gampang stres, salah paham, ketagihan informasi berlebihan.

Tepat seperti ramalan Toffler, kemajuan telekomunikasi informasi juga mempengaruhi perubahan peradaban manusia. Saat ini, kalau saya berada dalam 1 ruangan dengan anak-anak buah saya, mulai jarang saya melihat ada pembicaraan yang menarik di antara mereka dan juga saya. Mereka lebih tertarik untuk mengeluarkan smartphone lalu asyik dengan dunianya sendiri berinternet, chatting, facebook atau sekedar mendengarkan musik ketimbang harus ngobrol satu sama lainnya. Mereka perlu waspada gejala information overload rawan terjadi.

Dalam banyak kasus, sekarang orang lebih senang menyelesaikan masalah dengan sesamanya melalui SMS atau email daripada dengan elegan menemui langsung berbicara. Terkadang masalah enggak terselesaikan malah timbul kesalahpahaman baru. Singkat kata, telekomunikasi terbukti mendekatkan yang jauh serta menjauhkan yang dekat.

Penulis: Osa Kurniawan Ilham
[ Via: simplybusiness ]