yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Berita / Enggak nyangka! Capres Suriname ini ternyata keturunan Banyumas

Enggak nyangka! Capres Suriname ini ternyata keturunan Banyumas

±Selasa, 10 Februari 2015
Enggak nyangka! Capres Suriname ini ternyata keturunan Banyumas - Inilah Wong Banyumas berusia 47 tahun yang mencalonkan diri Presiden Republik Suriname. Keren juga yah?

Inilah Wong Banyumas berusia 47 tahun yang mencalonkan diri Presiden Republik Suriname. Keren juga yah? (Foto: ngonoo.com)

Enggak ngira ada orang Jawa keturunan Banyumas jadi capres Suriname. Adalah Raymond Sapoen, generasi ketiga asal Banyumas sukses berpolitik di negara Suriname. Jadi orang sukses di negara orang itu emang “sesuatu” banget. Enggak gampang dan pasti butuh determinasi kuat.

Keturunan Banyumas ini berani mengajukan diri jadi capres Suriname dari Partai Pertjajah Luhur yang merupakan partai oposisi. Raymond Sapoen sebenarnya belum yakin apakah masih punya saudara di Banyumas atau enggak. Tapi dia yakin leluhurnya berasal dari kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Seperti diberitakan BBC Indonesia, Raymond Sapoen keturunan Banyumas ini bertarung pada pemilu pilpres negara Suriname tanggal 25 Mei 2015. Namun pilpres di negara Suriname bukanlah sistem pemilihan langsung.

Dalam keseharian Raymond Sapoe berbahasa Jawa dan Belanda. Di rumah dengan keluarga Raymond aktif berbahasa Jawa. Secara turun temurun, para orang tua berdarah Jawa di negeri ini selalu mengajarkan bahasa Jawa kepada anak cucunya. Namun dia mengaku enggak bisa berbahasa Indonesia.

Anak-anak mereka dalam bersekolah menggunakan bahasa Belanda.  Namun nyampai rumah,  berbahasa Jawa. Ini dilakukan untuk menjaga identitas mereka sebagai keturunan etnis Jawa.

Sebelum mencalonkan diri sebagai calon presiden, Raymond pernah berkarir sebagai menteri pendidikan antara tahun 2010 sampai 2012 dan lanjut sebagai menteri perdagangan dan industri dari tahun 2012 hingga 2014.

Negara Republik Suriname adalah sebuah Negara daerah Amerika Selatan. Dulunya daerah jajahan Belanda. Suriname berbatasan dengan Guyana Perancis di sisi timur, Guyana di sisi barat. Sedangkan di selatan berbatasan dengan Negara Brazil dan Samudra Atlantik di utara.

Antara tahun 1890 – 1939 saat penjajahan Belanda, banyak orang Jawa yang dibawa ke wilayah jajahan Belanda itu. Lebih 33.000 jiwa orang Jawa dipaksa “transmigrasi”  dipekerjakan sebagai buruh perkebunan disana. Kini populasi keturunan Jawa sekitar 15 persen total penduduk.
[ Via: bbc ]