yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Wisata / Monumen Gerbong Maut: wisata Bondowoso satu ini ngeri!

Monumen Gerbong Maut: wisata Bondowoso satu ini ngeri!

±Kamis, 25 Desember 2014
Monumen Gerbong Maut: wisata Bondowoso satu ini ngeri! - Monumen Gerbong Maut Bondowoso "bercerita" pengorbanan pejuang rakyat setempat rebut kemerdekaan.

Monumen Gerbong Maut Bondowoso "bercerita" pengorbanan pejuang rakyat setempat rebut kemerdekaan. (Foto: Pracoyo-yoKeepo.com)

Walau kota Bondowoso enggak berada di daerah strategis Jawa Timur, kota ini sejuk dan menarik untuk dikunjungi. Sayang, jalur kereta api Bondowoso favorit rakyat  “dimatikan” tahun 2004 lalu. Monumen Gerbong Maut satu landmark wisata Bondowoso di alun-alun kota, lambang saksi bisu perjuangan rakyat setempat. Mau tau ceritanya?

Cerita dari tempat wisata Bondowoso satu ini mengerikan. Kisah bermula saat pemindahan tawanan laskar pejuang kemerdekaan dari penjara Bondowoso ke Surabaya via jalur kereta api Bondowoso. Monumen Gerbong Maut, dari namanya terkesan gerbong itulah pembawa kematian bagi tawanan pejuang jauh dari rasa kemanusiaan.

Belanda melihat penjara Bondowoso udah penuh, berencana memindahkan ke penjara Kali Sosok Surabaya. Pagi-pagi buta akhir November 1947, awal cerita mengapa Monumen Gerbong Maut patut dikenang. Waktu itu jalur kereta api Bondowoso masih aktif. Sekali angkut 100 orang dibagi tiga kali pengangkutan. Tahap pertama dan kedua lancar, gerbong ada ventilasi walau kecil sekitar 15 cm. Tibalah saat kloter ketiga. Gerbong tetutup rapat tanpa ventilasi.

Saat itu cuaca sangat terik. Para tahanan kelaparan, kehausan dan pasti kepanasan. Pengawal enggak peduli. Pukul 07.30 WIB kereta berhenti di Stasiun Taman terdengar gedoran dalam gerbong ketiga, mereka berteriak kepanasan. Sampai di Stasiun Kalisat, kereta berhenti menunggu kereta dari Banyuwangi. Dua jam mereka terpanggang dalam gerbong yang semua terbuat dari plat baja tanpa ventilasi. Pilu kalau denger cerita ini…

Kereta berlanjut ke stasiun Jember lalu Probolinggo dengan kondisi tawanan sangat mengenaskan. Sampai di Stasiun Jatiroto hujan deras. Tawanan di gerbong satu dan dua beruntung ada lubang karena kondisi gerbong lama, jadi masih bisa mengecap tetesan air hujan. Sedangkan “gerbong maut” ketiga karena baru, tertutup rapat, enggak ada celah untuk tetesan air hujan.

Setelah 16 jam perjalanan, sampailah di Stasiun Wonokromo Surabaya. Di gerbong pertama, 5 tawanan sakit parah, 27 lunglai. Gerbong kedua, 8 tewas, 6 sehat. Dan di gerbong ketiga seluruh 38 tawanan meninggal dunia. Ya, semuanya “meleleh”.  Lebih memilukan, tawanan sehat dipaksa ambil semua jenazah dari gerbong.

Ini bukan perkara gampang, kalau enggak hati-hati, kulit korban lengket mengelupas di permukaan “gerbong maut”. Ngeri kisahnya. Tapi perjuangan mereka enggak sia-sia. Satu keping Puzzle besar cerita kemerdekaan Indonesia, tergambar jelas di Monumen Gerbong Maut Bondowoso. MERDEKA!
[ Via: detik ]


  1. 1Stasiun kereta api Bondowoso saksi perjuangan rakyat rebut kemerdekaanStasiun kereta api Bondowoso ini sudah enggak aktif lagi sejak 2004. Stasiun ini awal kisah pilu gugurnya pejuang kemerdekaan Indonesia
  2. 2Monumen Gerbong Maut Bondowoso dari dekatMonumen ini terdiri dari patung menggambarkan heroiknya para pejuang setempat melawan Belanda. Background patung berdiri angkuh gerbong maut perenggut jiwa para tawanan yang diangkut via jalur kereta api Bondowoso menuju Surabaya.
  3. 3Satu landmark wisata Bondowoso terletak di alun-alun kota.Monumen Gerbong Maut ini terletak di alun-alun Bondowoso. Satu keping kecil dari Puzzle besar perjuangan kemerdekaan Indonesia ada di kota ini
Keepo collections:
Wisata