yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Peduli / "Kelasnya Manusia", buku berisi tips jadi guru kreatif tahu selera belajar siswa

"Kelasnya Manusia", buku berisi tips jadi guru kreatif tahu selera belajar siswa

±Jumat, 21 Nopember 2014
"Kelasnya Manusia", buku berisi tips jadi guru kreatif tahu selera belajar siswa - Manajemen display kelas yang baik bisa memantik selera belajar siswa. Kata kuncinya: suasana.

Manajemen display kelas yang baik bisa memantik selera belajar siswa. Kata kuncinya: suasana. (Foto: gurukreatif.wordpress.com)

“Kelasnya Manusia”, sebuah buku ditulis Munif Chatib mengupas tuntas bagaimana menjadi guru kreatif. Hal penting dalam proses belajar mengajar adalah mempertahankan selera belajar siswa dan proses berpikir siswa. Resensi buku Kelasnya Manusia, membuat jelas hubungan antara keduanya dalam arus informasi otak, sampai tips praktis membuat display kelas menyenangkan bagi siswa.

Menurut Munif Chatib, guru kreatif harusnya paham kalau dirinya wajib memuaskan selera belajar siswa sebelum siswa siap menerima materi. Selera belajar siswa dapat dipuaskan dengan terlebih dahulu memuaskan panca indera mereka. Menjadi guru kreatif dan paham hal-hal penting dalam proses belajar mengajar adalah suatu keharusan. Penasaran resensi buku Kelasnya Manusia? Check it out!

Bayangkan… masuk ke sebuah toko buku. Toko buku  pertama dipenuhi rak-rak berjajar sempit dan enggak ada tempat duduk. Pengeras suara mengumumkan resensi buku-buku best seller. Sementara di toko buku lain, terdengar alunan lagu jazz dengan bisa baca-baca buku di sofa nyaman plus coffee table. Toko buku manakah yang disuka? Yup! Yang kedua. Kenapa?Jawabannya ada di SUASANA.

Sebagai seorang konsultan pendidikan, Munif Chatib berpendapat suasana ruang memantik dan mempertahankan selera belajar siswa dan proses berpikir. Hal-hal penting dalam proses belajar siswa. Mata melihat warna-warna ceria di kelas, hidung mencium aroma tanaman segar, telinga mendengar suara sayup-sayup musik klasik. Jika panca indra terpuaskan, selera belajar siswa bangkit.

Selanjutnya, perluas konsep ruang kelas. Ruang kelas adalah seluas samudera tempat dimana aktivitas belajar berlangsung baik dibatasi dinding fisik maupun tidak. Artinya semua ruang di dalam sekolah harus membuat selera belajar siswa timbul. Setiap dindingnya berbicara hasil karya siswa. Setiap dinding menceritakan kenangan-kenangan indah di sekolah.

Display tertempel di dinding adalah asisten-asisten guru; membantu memotivasi dan menjelaskan materi pelajaran. Gimana kalau guru enggak tahu display yang harus ditempel dan enggak tahu mulai dari mana?

Syarat utama mendesain kelas sangat sederhana. Jika guru ingin siswa-siswanya termotivasi, tempelah kata-kata afirmasi. Jika ingin siswa lebih mengerti tema pelajaran, buatlah display menjelaskan mengenai tema pelajaran.

Bab terakhir buku ini ditutup dengan tips guru kreatif membuat display dengan mudah dan praktis menggunakan material sederhana. Akhirnya, “Kelasnya Manusia” memaparkan, display berakhir di tangan orangtua dalam kompilasi hasil karya anak, atau dipamerkan dalam eksibisi sekolah.

Penulis: Frenda Fawsia
[ Via: munifchatib ]