yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Wisata / Dapur Igna, hadirkan sensasi Lumpia Semarang di Kota Pahlawan

Dapur Igna, hadirkan sensasi Lumpia Semarang di Kota Pahlawan

±Senin, 03 Nopember 2014
Dapur Igna, hadirkan sensasi Lumpia Semarang di Kota Pahlawan - Enggak usah jauh-jauh untuk sekedar nikmati Lumpia Semarang. Dapur Igna menghadirkannya di Surabaya

Enggak usah jauh-jauh untuk sekedar nikmati Lumpia Semarang. Dapur Igna menghadirkannya di Surabaya (Foto: Dapur Igna)

Siapa yang enggak kenal Lumpia Semarang? Kuliner Semarang ini emang nikmat buaaanget di lidah. Bisnis kuliner dari rebung ini merambah sampai ke luar kota. Yang domisili Surabaya dan pengin kudapan ini, Dapur Igna membantu menghadirkannya di rumah. Resep asli Semarangnya seakan anda lupa sedang ada di Surabaya.

" Rebung dan bahan lainnya kami olah dengan sangat hati-hati, sehingga tidak bau 'pesing' dan awet hingga berhari-hari. Itulah keistimewaan Lumpia Semarang made in Dapur Igna." ujar Heni, pengelola bisnis kuliner rumahan ini. Dia menyarankan, biar awet, sebelum digoreng lumpia dapat disimpan dalam keadaan beku di kulkas. Tahan hingga mingguan. Untuk harga, Heni mengatakan masih terjangkau kok.

Tapi ngomong-ngomong, tahu sejarah lumpia dan awal bisnis kuliner ini? Ini nih cerita menariknya. Kudapan ini mencuat pamornya di abad ke-19 karena perpaduan budaya Jawa-Tionghoa. Sejarah lumpia Semarang dimulai ketika seorang bernama Tjoa Thay Joe asli Fujian bermigrasi dan menetap di kota yang punya landmark ‘Tugu Muda’ ini. Bisnis kuliner pertamanya dengan khas Tionghoa. Saat itu dia berjualan makanan pelengkap dengan isi rebung (bambu muda) dan daging babi.

Suatu ketika Tjoa Thay Joe ketemu dengan Mbak Asih, seorang asli Jawa yang kebetulan juga punya bisnis kuliner Semarang. Bentuknya mirip dengan yang dijual Tjoa Thay Joe Cuma bedanya, rasanya manis dan berisi kentang plus udang. Pertemuan merekalah yang mengawali merger bisnis kuliner makanan khas Semarang.

Ternyata pertemuan mereka tidak sekedar masalah bisnis, malah merembet ke ‘merger hati’,  mereka saling jatuh cinta dan menikah! So… sweet… Dari perpaduan budaya keduanya, terciptalah kuliner renyah nan gurih: Lumpia Semarang. Makanan khas Semarang ini dibalut kulit renyah lumpia diisi dengan rebung manis, enggak lagi kentang; ditambah ayam atau udang, enggak lagi babi.

Dulu mereka menjajakannya di pasar malam Belanda bernama Olympia Park. Akhirnya resep kuliner Semarang ini terus diturun temurun dan berkembang pesat ke seluruh kota hingga kini. Kini lumpia dapat ditemui di jalan Pandanaran dan jalan Pemuda.

Nah, bagi yang berdomisili di luar kota, khususnya kota Surabaya dan Sidoarjo, silakan mencoba Lumpia Semarang buatan Dapur Igna. Menikmati lumpia resep asli orang Semarang, tanpa harus berkunjung ke Ibukota Jawa Tengah. Mampir aja ke akun Facebook-nya Dapur Igna.
[ Via: wikipedia, facebook ]


Keepo collections:
Wisata