yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Berita / Susi Pudjiastuti, dari jualan lobster sampai masuk Kabinet Kerja Jokowi-JK

Susi Pudjiastuti, dari jualan lobster sampai masuk Kabinet Kerja Jokowi-JK

±Senin, 27 Oktober 2014
Susi Pudjiastuti, dari jualan lobster sampai masuk Kabinet Kerja Jokowi-JK - Status Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan di akun Facebook nya, ucapan terimakasih dan permohonan doa untuk mengemban amanah bagi Indonesia.

Status Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan di akun Facebook nya, ucapan terimakasih dan permohonan doa untuk mengemban amanah bagi Indonesia. (Foto: facebook.com/PudjiastutiSusi)

Ada yang unik di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Seorang menteri perempuan bernama Susi Pudjiastuti menarik perhatian publik.  Siapa sangka Menteri Kelautan dan Perikanan ini enggak tamat SMA. Tapi alasan profesionalitas dan latar belakang kesuksesan bisnisnya membuat Jokowi ‘kepincut’.

Lahir dari keluarga pedagang, salah satu menteri dari delapan menteri perempuan Kabinet Kerja Jokowi-JK ini sukses di bisnis industri perikanan dan penerbangan carter.  Susi Air, maskapai sewa dengan tak kurang 50 pesawat Avanti dan Cessna Grand Caravan merupakan bukti kesuksesan Susi Pudjiastuti.

PT ASI Pujiastuti Marine Product, bisnis lainnya di bidang perikanan membuktikan kesuksesan Menteri Kelautan dan Perikanan yang kabarnya punya tato di bagian tubuhnya ini. Susi Pudjiastuti terkenal dengan gayanya yang unik eksentrik. Satu lagi! Karena kebiasaan merokoknya, kabarnya dia ditegur paspampres karena dilakukan di area istana.

Kesuksesannya diawali dari menjadi pengepul ikan di daerah Cilacap setelah dia berhenti dari bangku SMA sekitar 30 tahun lalu. Enggak sampai disitu aja nasibnya, dia mengepakkan sayapnya hingga ke Pangandaran Jawa Barat dan Jakarta. Lobster menjadi pilihan komoditasnya hingga di ekspor ke luar negeri.

Ketika permintaan meningkat, dia mulai menjangkau nelayan-nelayan untuk menjaga suplai jangan sampai putus. Karena pengiriman lewat darat banyak kendala, seperti lamanya waktu pengangkutan dan banyak lobster mati, maka timbulah ide mengangkutnya pakai pesawat. Nah, disinilah titik dimana Susi Pudjiastuti dan suaminya yang juga pilot pesawat melirik bisnis lain, yaitu bisnis pesawat carteran.

Mulai dari beli satu pesawat Cessna, berkembang menjadi tak kurang 50 pesawat carteran yang merajai bisnis ini di Indonesia. Dengan bendera Susi Air, bisnisnya makin sukses. Malah, sampai mendirikan sekolah pilot di Pangandaran guna memenuhi kebutuhan pilot dalam negeri karena masih dominannya pilot asing untuk bisnisnya.

Dengan tranportasi udara, kualitas kesejahteraan nelayan ikut naik. Jika pakai tranpor darat harga per kilo lobster Rp.40 ribu di tengkulak, dengan pengiriman udara harga bisa tembus Rp. 80 ribu per kilonya. Wah, belum jadi menteri aja bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan, apalagi sekarang?

Rasanya, Presiden Jokowi enggak salah pilih seorang pekerja keras, profesional di bidangnya dan yang terpenting ‘bersih’ dari ‘stabilo merah atau kuning’ KPK. Okay, sekarang kita tunggu aja gebrakan si menteri eksentrik ini membantu Presiden Jokowi menyejahterakan rakyat Indonesia.
[ Via: kompas ]