yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Cantik / Dislipidemia: kelainan metabolisme lemak pemicu serangan jantung

Dislipidemia: kelainan metabolisme lemak pemicu serangan jantung

±Jumat, 26 September 2014
Dislipidemia: kelainan metabolisme lemak pemicu serangan jantung - Serangan jantung tiba-tiba bisa saja diakibatkan oleh Dislipidemia. Waspada!

Serangan jantung tiba-tiba bisa saja diakibatkan oleh Dislipidemia. Waspada! (Foto: kelainanjantung.com)

Pernah dengar Dislipidemia? Kelainan metabolisme lemak ditandai kelainan fraksi lemak dalam plasma darah, seperti kenaikan kadar kolesterol  total, kenaikan kadar trigliserida dan penurunan kadar HDL kolesterol. Waspadai akibatnya: serangan jantung! Kuncinya hanya satu, konsisten dengan pola hidup sehat!

Knowing more..

Tips wajah cantik cegah jerawat, tangan diborgol
Tau manfaat mandi? Tidur pulas, stres ilang!

Kolesterol merupakan salah satu molekul biologis berperan penting dalam kehidupan manusia. Kenaikan kadar kolesterol  total akan mengganggu fungsi pentingnya seperti membuat hormon sex dan adrenalin, serta membentuk dinding sel. Kelainan metabolisme lemak inilah pertanda dislipidemia. Bisa-bisa serangan jantung dan stroke jadi ending yang menyedihkan.

Karena tubuh memang membutuhkan kolesterol, secara terus menerus dibentuk dan diproduksi di dalam hati (lever). Bahkan sekitar 70 % kolesterol dalam darah merupakan hasil produksi dalam lever, sedangkan sisanya merupakan sumbangan dari asupan makanan. Nah, kalau sudah ngomong soal makanan,pengaturan diet jadi hal prioritas penanganan dislipidemia.

Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi yang berlangsung secara rutin berakibat pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kelebihan kolesterol tersebut bisa bereaksi dengan zat – zat lain dan mengendap didinding pembuluh darah. Akibatnya, terjadi penyempitan dan pengerasan pembuluh arteri yang disebut atherosclerosis, yang terkadang disebut dengan proses pengapuran.

Perlu disadari bahwa terjadinya atherosklerosis sering tidak diikuti dengan gejala berarti, yang biasa dirasakan oleh penderitanya, sehingga serangan jantung dan stroke sering dianggap sebagai pembunuh yang menyerang secara tiba – tiba dan tanpa peringatan / mendadak.

Okay, sekarang bagaimana sih cara penanganan dislipidemia?

1. Pengaturan diet
- kolesterol < 200 mg/hari

- karbohidrat  50-60% kalori total

- protein hingga 15% kalori total

- lemak jenuh < 7% kalori total

2. Latihan jasmani / olah raga

3. Penurunan berat badan bagi yang gemuk

4. Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol

5. Terapi dengan obat

6. Pemakaian angkak ( obat herbal ) yang berasal dari fermentasi beras merah

Pada orang yang sudah menderita dislipidemia harus dilakukan pemantauan terhadap kadar kolesterol setiap 6 minggu sampai tercapai target yang diharapkan.

Disarankan untuk melakukan kontrol secara rutin, mendapatkan penanganan yang optimal dan bekerjasama antara penderita dengan dokter  dengan cara memperbaiki pola hidup sehat.
[ Via: medterms ]