yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Cantik / Inilah 4 tips ampuh mencegah depresi

Inilah 4 tips ampuh mencegah depresi

±Kamis, 18 September 2014
Inilah 4 tips ampuh mencegah depresi - " Tidak ada sesuatu yang buruk dan baik, pikiranmu lah yang menciptakannya"- Hamlet

" Tidak ada sesuatu yang buruk dan baik, pikiranmu lah yang menciptakannya"- Hamlet (Foto: bienestar.salud180.com)

Kata Depresi akhir-akhir ini kian popular. Kesulitan ekonomi dan beban hidup tak teratasi memicu orang bunuh diri. Banyak cara mencegah depresi atau gangguan kesehatan jiwa ini. Antisipasi gejala depresi, memiliki pola hidup sehat, teratur dan selalu berpikir positif. Sulit memang, tapi kalau niat pasti mampu mengatasi masalah depresi ini.

Knowing more..

Tips wajah cantik cegah jerawat, tangan diborgol
Tau manfaat mandi? Tidur pulas, stres ilang!

Nah, berikut cara mencegah depresi yang patut diterapkan:

1. Miliki pola hidup dan irama hidup yang teratur adalah cara mencegah depresi yang paling utama. Contoh, seperti pengungsi di lapindo, karena masa depan yang tidak jelas, irama hidup jadi tidak jelas juga. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat, penderita depresi di Indonesia juga cukup besar, yakni sekitar 12% laki-laki dan 18-25% perempuan.

2. Selain itu asupan makan juga diperhatikan, jangan banyak karbohidrat, makanan berlemak, zat zat yang dapat menganggu neurotransmitter. Ini tips cara mencegah depresi yang gampang-gampang susah. Disiplin mengkonsumsi makanan sehat ya!

3. Mengenali secara dini gejala depresi, misalnya letih, lemah lesu, sering nyeri kepala, dan maag. Jika tidak terdapat hipertensi, tidak ada kelainan pada liver, ginjal, maka perlu dicurigai gangguan kesehatan jiwa ini.

4. Belajar menyelesaikan; belajar mengenali masalah secara objektif, belajar berpikir positif. Jangan sampai kehilangan akal sehat hingga memutuskan bunuh diri sebagai ‘penyelesaian’ masalah. Prinsipnya bagaimana melihat masalah dari aspek sehat.

Terus, gejala depresi apa aja sih? Sedih, murung, diam, cemberut, menyesal, selalu merasa bersalah, hilang minat dan gairah hidup, merasa harga dirinya rendah, serta selalu pesimis. Gejala tambahan berupa perasaan menyalahkan diri sendiri, gangguan tidur, misalnya sulit tidur atau sebaliknya, serta gangguan selera makan.

Tanpa disadari, depresi kini telah menjadi beban kesehatan. Kata WHO, sekitar 121 juta orang saat ini menderita depresi. Sebanyak 5,8% laki-laki dan 9,5% perempuan. Tahun 2020, depresi diperkirakan bakal menempati peringkat kedua penyakit yang mematikan setelah jantung, karena biasanya depresi berujung pada bunuh diri.

Depresi yang berawal dari diri sendiri pada akhirnya berpengaruh terhadap lingkungan, pekerjaan, dan aktivitas lain. Lingkungan akan bereaksi terhadap perilaku penderita depresi. Problem sosial yang berupa interaksi dengan rekan kerja, atasan, atau bawahan pun akan muncul.

Tidak hanya konflik, masalah lain juga akan muncul, misalnya minder, malu, cemas jika berada di antara kelompok dan merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi secara normal.
[ Via: who ]