yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Peduli / Rahmat Shigeru Ono, dari tentara Jepang jadi pejuang kemerdekaan Indonesia

Rahmat Shigeru Ono, dari tentara Jepang jadi pejuang kemerdekaan Indonesia

±Minggu, 17 Agustus 2014
Rahmat Shigeru Ono, dari tentara Jepang jadi pejuang kemerdekaan Indonesia - Rahmat Shigeru Ono berjasa dalam proses merebut kemerdekaan Indonesia. Seorang tentara Jepang yang akhirnya memilih jadi pejuang kemerdekaan Indonesia.

Rahmat Shigeru Ono berjasa dalam proses merebut kemerdekaan Indonesia. Seorang tentara Jepang yang akhirnya memilih jadi pejuang kemerdekaan Indonesia. (Foto: www.kaskus.co.id)

Ketika Jepang dinyatakan kalah pada Perang Dunia II 1945, tentara mereka meninggalkan Indonesia. Sejarah mencatat sosok tentara Jepang membelot jadi pejuang Indonesia bernama Rahmat Shigeru Ono. Liputan 6 Siang SCTV di peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2014 menampilkan tokoh 'unik’ ini . Siapakah dia?

Rahmat Shigeru Ono adalah salah satu dari tentara Jepang yang enggak mau pulang ke negara asalnya dan memilih bergabung menjadi pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia enggak sendirian. Menurut catatan Yayasan Warga Persahabatan, ternyata ada 903 tentara Jepang  akhirnya membelot ke Indonesia.

Pada perang kemerdekaan sekitar 1945 itu, 243 orang tentara Jepang diantaranya tadi akhirnya gugur membela bangsa Indonesia. Selain itu, 228 tentara Jepang lainnya dinyatakan hilang tak tahu rimbanya. Wuih… kita patut menghargai pilihan mereka untuk membela Indonesia hingga akhir hayatnya. Bahkan 324 sisanya menyatakan Indonesia sebagai tumpah darah mereka, tanah air mereka yang baru.

Rahmat Shigeru ono termasuk yang masih hidup hingga saat ini. Waktu perang kemerdekaan, dia adalah tentara Jepang yang ditugaskan untuk melatih teknik perang pada pejuang Indonesia. Saat itu usianya masih muda, 20 tahun dan masih bernama Sakari Ono.

Ketika Jepang kalah perang, Sakari enggak mau pulang ke negaranya. Malah ikutan angkat senjata bersama pejuang Indonesia merebut kemerdekaan dari Belanda. Tangan kiri Rahmat Shigeru ono hilang akibat suatu pertempuran. Terus apa alasan dia ambil keputusan seperti itu? Dia memegang janji Kaisar Jepang bahwa Negeri Sakura itu bukan penjajah.

Dalam perjalanan hidupnya, Sakari menemukan tambatan hati, seorang perempuan Indonesia dan menikahlah mereka.  Dari pernikahan itu dia dikaruniai 6 anak. Sejak jadi orang Indonesia, namanya berganti Rahmat Shigeru Ono. Dia pernah memperoleh bintang gerilya di tahun 1958 pada masa pemerintahan Presiden Sukarno karena jasa-jasa dia bagi kemerdekaan Indonesia.

Kini sang pejuang itu sedang tergolek lemas di rumah sakit. Di usianya yang ke-95, Rahmat Shigeru ono berharap orang-orang Indonesia mengisi kemerdekaan agar Indonesia semakin jaya. Pada peringatan kari kemerdekaan ke-69 ini, dia prihatin maraknya kasus-kasus korupsi.

Dia kecewa, kemerdekaan dimana dia ikut memperjuangakannya, malah dinodai perilaku para pejabat haus kekuasaan dan harta. Rasanya perlu revolusi mental anak muda; bahwa kemerdekaan 'diisi' bukan 'dieksploitasi'. MERDEKA…!
[ Via: liputan6 ]