yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Gaul / Dewi Nurhalizah, penulis puisi dengan metafor 'perawan'

Dewi Nurhalizah, penulis puisi dengan metafor 'perawan'

±Jumat, 08 Agustus 2014
Dewi Nurhalizah, penulis puisi dengan metafor 'perawan' - Buku kumpulan puisi karya Dewi Nurhalizah berjudul "Perempuan dan Matanya", dibedah di Malang 8 Agustus kemarin.

Buku kumpulan puisi karya Dewi Nurhalizah berjudul "Perempuan dan Matanya", dibedah di Malang 8 Agustus kemarin. (Foto: kaumhawa.com)

Dewi Nurhalizah, penulis puisi tinggal di Malang ini mengajak penyuka karya satra puisi ikut mengapresiasi dalam acara bedah buku antologi puisinya yang akan di terbitkan dalam minggu ini. Acara bedah buku ini diselenggarakan tanggal 8 Agustus 2014, pukul 18.30 WIB di Dewan Kesenian Malang, jalan Majapahit No 3.

Pada acara bedah buku di kota apel Malang ini, Dewi Nurhalizah menyajikan kumpulan puisi dan esai karyanya, disusun sedemikian rupa menjadi harmoni karya sastra yang indah. Judul bukunya, "Perempuan dan Matanya".

Pada bedah buku tersebut, puisi karya Dewi Nurhalizah banyak menggunakan metafor-metafor yang masih 'perawan'. Maksudnya? Iya, segar, tidak basi dan cenderung sangat berani dengan imaji-imaji liar yang tak kalah menariknya dengan penulis puisi pria.

Dewi Nurhalizah ini termasuk penulis puisi asal Malang yang produktif lho… Karya-karyanya banyak dan udah sering nongol di berbagai media. Perempuan terlahir dengan nama Ir K.Pudji Peristiwati ini  pernah punya nama pena Dewi Kelana.

Menurut beberapa orang terdekatnya, antara lain : Esti Ismawati, Warih Subekti (penyair dan Redaktur Konfrontasi), dan Hendri TM (penyair, pengarang novel Kancing Terlepas), kata-kata dalam karya Dewi Nurhalizah lancar enggak dipaksain. Makanya tulisan puisinya menarik dan enak di baca semua kalangan dan berbagai usia.

Ibu rumah tangga yang tangguh dengan 4 putra dan putri ini telah lama aktif dalam komunitas Kampung Jerami Sumenep Madura. Uniknya, Dewi Nurhalizah, seorang penulis puisi ini, adalah Insinyur Perikanan jebolan Universitas Diponegoro Semarang.

Puisi adalah sebuah karya seni tulis dengan bahasa penekanan estetika pada rima dan pengulangan.  Salah satu karya sastra ini merupakan perwujudan imaginatif penulisnya. Ada yang menyebut puisi itu sumber dari segala kreativitas.

Baris-baris puisi bisa dalam bentuk apa aja, mau melingkar boleh, mau zigzag ada juga. Yah..inilah cerminan jati diri juga pemikiran penulisnya. Kadang hanya berisi satu kata atau satu suku kata yang di ulang-ulang. Ini sering bikin pembacanya enggak ngerti. Tapi inilah kekuatannya: mengajak pembacanya larut masuk ke dalam buaian kata-kata untuk diselami arti dan maknanya.

Penasaran dengan karya-karya Dewi Kelana yang lain? Nikmati keindahan puisinya di http://poemdewikelana.wordpress.com

Kontributor: Seyhan Zuleha
[ Via: wikipedia ]