yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Peduli / Seribu lilin: aksi solidaritas arek Malang untuk Palestina

Seribu lilin: aksi solidaritas arek Malang untuk Palestina

±Sabtu, 26 Juli 2014
Seribu lilin: aksi solidaritas arek Malang untuk Palestina - Salah satu penampilan komunitas Arek Malang Peduli Rakyat Palestina (Ampera) tanggal 17 juli lalu di jalan Trunojoyo Malang.

Salah satu penampilan komunitas Arek Malang Peduli Rakyat Palestina (Ampera) tanggal 17 juli lalu di jalan Trunojoyo Malang. (Foto: Agus Setyawan/Yokeepo)

Sebuah aksi kemanusian dan penggalangan dana  bertajuk  Seribu Lilin untuk Palestina diadakan 17 Juli 2014 lalu di Malang.  Ini bentuk peduli Palestina dan aksi solidaritas arek Malang bagi rakyat di tanah Yerusalem yang sedang menderita‎ karena konflik berkepanjangan.

Aksi solidaritas seribu lilin merupakan tumpahan doa buat rakyat Palestina‎, bagaikan lilin enggak pernah padam itulah gambaran semangat rakyat Palestina saat ini. Event dan aksi kemanusiaan yang di pelopori oleh AMPERA (Arek Malang Peduli Rakyat Palestina)  tersebut di hadiri oleh para komunitas di kota Apel itu di jalan Trunojoyo.

Seniman arek Malang, Mas Gombloh, pimpinan seniman lukis sketsa berkontribusi 1000 sketsa. Ada juga aksi solidaritas komunitas Slanker Malang, dan Komunitas Oi (Orang Indonesia) Malang pimpinan Edy Sasaji Oi.  Aksi peduli Palestina ini masih diramein oleh penampilan seni musik perkusi seperti Independent Percusion Malang (Mas Feri H Said), Bell'e Percusion, Lawang Rescue, Ayas Percusion (Mas Edy dari Kepanjen) dan Sabda Musa (Faza Fadhila).

Kolaborasi dari para seniman arek Malang di acara aksi solidaritas Seribu lilin peduli Palestina tersebut mampu mengumpulkan dana lebih dari Rp.12 juta. Semuanya di sumbangkan sebagai bentuk peduli Palestina.

‎Ungkapan rasa terima kasih dari tim atas terselenggaranya event seribu lilin antara lain Arwenda‎ rahman, Bejo Sandy, Seyhan Zuleha, Muhammad Wahyu Chabibie, Abd Msw Kontras, Sam Udin, Yoga Barjog, Aas dari HMI. Mereka menyebutnya ini sebagai aksi kolektif untuk sebuah aksi kemanusian.

Berita terakhir seperti dilansir Liputan6.com, korban tewas di Gaza udah sampai 800 jiwa. Sedangkan di Israel, korban tewas mencapai 30 jiwa lebih. Belum lagi kerugian materi akibat konflik Israel-Palestina ini seperti rumah-rumah yang hancur akibat serangan roket kedua belah pihak. Sampai-sampai dua maskapai besar Jerman, Air Berlin dan Lufthansa enggak beroperasi alias menutup sementara rute ke Israel.

Kontributor: Agus Setyawan Yokeepo
[ Via: liputan6 ]


Keepo collections:
Peduli