yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Insomnia: Awas, gangguan tidur bisa bikin 'lemot'

Insomnia: Awas, gangguan tidur bisa bikin 'lemot'

±Rabu, 02 Juli 2014
Insomnia: Awas, gangguan tidur bisa bikin 'lemot' - Gangguan tidur atau insomnia yang berulang bisa sebabkan daya tahan tubuh menurun.

Gangguan tidur atau insomnia yang berulang bisa sebabkan daya tahan tubuh menurun. (Foto: necturajuice.com)

Nonton Piala Dunia memang asyik sih. Tapi jam tayangnya itu lho, lewat tengah malam! So,  badanpun sering terasa lemes di siang harinya. Padahal, kita cuma kurang tidur. Trus bagaimana yang punya gangguan tidur atau insomnia ya?

Setiap manusia tiap hari akan melakukannya selama 6-8 jam. Namun banyak diantara kita tidak tahu hakikat dan kegunaannya.

Tidur merupakan keadaan hilangnya kesadaran secara normal dan periodik. Kita jadi punya kesempatan istirahat dan memulihkan kondisi tubuh, baik badan maupun pikiran. Kegiatan ini dapat dianggap sebagai suatu perlindungan bagi tubuh untuk menghindarkan pengaruh-pengaruh merugikan kesehatan akibat kurang istirahat.

Pusat saraf tidur yang terletak di otak, akan mengatur fisiologis aktivitas yang sangat penting bagi kesehatan ini. Aktifitas saraf parasimpatik akan bertambah, akibatnya pernafasan jadi lebih lambat dan teratur.

Lalu terjadi juga turunnya kegiatan jantung serta stimulasi aktifitas saluran pencernaan (gerakan usus dan pengeluaran getah lambung) diperkuat, sehingga proses pengumpulan energi dan pemulihan tenaga dalam tubuh dipercepat. Dengan demikian, tidur dapat memberikan kesegaran fisik dan psikis.

Anak-anak memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Pada mulanya, bayi baru lahir akan menghabiskan waktunya untuk tidur. Mereka hanya terbangun bila merasa lapar, ngompol ataupun kedinginan.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan waktu tidur akan berkurang. Jika bayi memerlukan tidur sekitar 16 jam, maka orang dewasa memerlukan waktu sekitar 8 jam, dan orang yang sudah tua (berusia sekitar 50 tahun) memerlukan waktu rata-rata 5-6jam.

Namun sebetulnya, kebutuhan waktu tidur setiap orang gak sama. Bervariasi, tergantung kebiasaan yang dibawa semasa perkembangannya menjelang dewasa, aktifitas pekerjaan, usia, kondisi kesehatan dan lain sebagainya.

Kebutuhan tidur yang cukup ditentukan selain oleh faktor jumlah jam tidur (kuantitas), juga oleh kedalamannya (kualitas tidur).
Seseorang dapat tidur dengan waktu pendek, namun dengan kedalaman yang cukup. Sehingga pada saat bangun, akan terasa segar kembali. Pola tidur yang demikian tidak mengganggu kesehatan.

Gangguan tidur (insomnia) yang sering terjadi dan berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik maupun psikis, kejiwaan atau mental. Dari segi fisik, insomnia akan menyebabkan muka terlihat pucat dan mata sembab, badan lemas, dan daya tahan tubuh menurun. Akhirnya jadi mudah terserang penyakit. Gejala alergi juga akan mudah muncul (seperti pilek, bidur dan sebagainya).

Pada segi kejiwaan/mental, insomnia akan mempengaruhi sistem saraf dan menimbulkan perubahan suasana kejiwaan. Dampaknya, penderita akan menjadi lesu, lamban menghadapi rangsangan, dan sulit berkonsentrasi.

Sudah tahu dampak kurang tidur kan? Pokoknya buat kawula muda yang beraktifitas tinggi, harus bisa jaga performa deh, biar bisa tetep eksis dalam studi dan pergaulan!
[ Via: wikipedia, yoKeepo ]


Keepo collections:
Lagak