yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Pola tidur saat puasa Ramadhan 2014 bisa terganggu Piala Dunia

Pola tidur saat puasa Ramadhan 2014 bisa terganggu Piala Dunia

±Rabu, 02 Juli 2014
Pola tidur saat puasa Ramadhan 2014 bisa terganggu Piala Dunia - Sejumlah warga Timur Tengah menyaksikan gelaran laga sepak bola. Puasa Ramadhan tak menghalangi hasrat menyaksikan hajatan Piala Dunia 2014 Brazil.

Sejumlah warga Timur Tengah menyaksikan gelaran laga sepak bola. Puasa Ramadhan tak menghalangi hasrat menyaksikan hajatan Piala Dunia 2014 Brazil. (Foto: spektanews.com)

Piala Dunia 2014 Brazil, sekarang sudah sampai babak 16 besar. Sedang seru-serunya. Di sisi lain, umat islam di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia, juga baru saja memulai ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Para pecinta bola tentu saja tak ingin ketinggalan menyaksikan tim-tim sepak bola hebat dari 16 negara se dunia berlaga untuk mendapatkan tiket ke delapan besar. Nah, akibatnya, aspek kesehatan yang kerap jadi korban. Betapa tidak, tanpa ada hajatan Piala Dunia saja, istirahat dan tidur cukup adalah hal yang sering diabaikan selama puasa dalam bulan Ramadhan ini. Padahal, kedua aktivitas itu merupakan hal penting yang harus diperhatikan selain pola makan dan minum. Belum lagi kalau kita sering mengalami insomnia.

Sebuah penelitian membeberkan soal perubahan pola tidur saat ibadah puasa yang disebabkan waktu sahur atau melakukan makan dan minum saat dini hari. Studi yang dilakukan terhadap delapan laki-laki muda di Maroko pada tahun 2001 mengungkapkan, selama Ramadhan mereka umumnya kurang tidur.

Dr Abed Onn, seorang dokter ahli kesehatan kerja mengatakan, walaupun banyak perusahaan yang menerapkan jadwal fleksibel bagi karyawannya yang muslim dan menjalankan ibadah puasa, menyiapkan waktu istirahat secara pribadi tetap diperlukan. Terlebih karena puasa Ramadhan tahun ini berbarengan dengan Piala Dunia yang pertandingannya digelar saat waktu di Indonesia telah melewati tengah malam dan mendekati saat makan sahur.

“Pilihannya, termasuk tidur, jadi agak lebih awal sebelum pertandingan digelar atau waktu sahur, dan kemudian tidur lagi (setelahnya),” ujar Abed, dikutip dari Thestar, Senin 30 Juni 2014.

Tapi menyesuaikan pola tidur dan istirahat maupun mengatasi insomnia selama bulan puasa memang tidak mudah. Dikatakan Abed, mereka yang telah terbiasa puasa selama Ramadhan, tubuhnya cenderung bisa menyesuaikan diri lebih cepat. Para karyawan atau pekerja mungkin serasa tak seperti dirinya sendiri dalam 3 hari awal puasa. Soalnya, tubuh mereka tengah beradaptasi dengan adanya perubahan kebiasaan atau pola makan dan pola tidur.

"Namun, setelah masa penyesuaian terlewati, tubuh biasanya sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi saat (menjalankan) puasa,” pungkas dokter itu.
[ Via: okezone ]