yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Sport / Bola / Sport Supaya Sehat (SSS): Klub 'tua' gudangnya pesepakbola muda prestasi

Sport Supaya Sehat (SSS): Klub 'tua' gudangnya pesepakbola muda prestasi

±Selasa, 27 Mei 2014
Sport Supaya Sehat (SSS): Klub 'tua' gudangnya pesepakbola muda prestasi - Klub dan Sekolah Sepak Bola Sport Supaya Sehat (SSS), klub tua Kota Semarang yang tak lelah berprestasi.

Klub dan Sekolah Sepak Bola Sport Supaya Sehat (SSS), klub tua Kota Semarang yang tak lelah berprestasi. (Foto: harsemania.blogspot.com)

Tahu Klub Sepak Bola SSS? Klub ini bisa dibilang paling tua diantara yang ada di Kota Semarang. SSS yang singkatan dari Sport Supaya Sehat sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda. Awalnya klub ini adalah perkumpulan kaum pribumi dan sinyo-sinyo (anak) Belanda yang hobi olahraga di sekitar Jalan Halmahera, Semarang.

Perkumpulan Sport Supaya Sehat atau SSS ini resminya didirikan pada 28 Mei 1928 dengan nama Tot Ons Doel. Seiring waktu, Tot Ons Doel semakin dikenal dan memiliki banyak anggota.

Makin lama, kegiatan olahraga di Semarang makin ramai. Pada tahun 1930, klub sepak bola Voetbal Bond Indonesia Semarang (VIS), lahir. Minat masyarakat terhadap sepak bola meningkat setelah FIS berdiri. Tot Ons Doel juga mulai melirik sepak bola. Akhirnya lahirlah Sport Stal Spieren atau Sport Supaya Sehat (SSS) di tahun 1930 juga.

Anggota yang bergabung makin banyak, SSS menjadi pencetak pesepakbola muda yang cukup baik. Pengurusnya, Samsuri mengungkapkan, klub ini embrio lahirnya Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia Semarang (PSIS).

"Banyak sekali pemain PSIS dan PSSI mulai berkarier dari SSS. Banyak melahirkan pemain bertalenta dan beberapa juga membela Timnas," ujarnya.

Menurut catatan, tahun 1975, 2 pemain SSS, Ridwan dan Joko Yogyanto dipanggil Timnas Indonesia. Dua tahun kemudian, Antonius Cahyono juga bergabung dengan Timnas Merah Putih.

Pada Era 80-an 3 pemain SSS bergabung PSSI Primavera, yaitu Dwi Priyo Utomo, Eko Purjianto dan Fredo Yuwanto. Tahun 90-an, dua pemain SSS lagi-lagi mengharumkan nama klub dengan masuk PSSI Baretti, yaitu Nova Ariyanto dan Trimur Vedayanto. Tahun 2000, M Ridwan dan Supriyono juga dipanggil Timnas.

Kabar terbaru, salahsatu pemain, Amat Rezal dikirim PSSI U-16 untuk menjalani TC di Uruguay. Selain itu, Candra, pemain SSS kelompok umur 2010, juga merapat ke PSSI U-14. Candra mengharumkan nama Indonesia setelah mengikuti Danone Cup di Afrika 2010 lalu.

Boleh dikata, SSS melalui Sekolah Sepak Bola atau SSB-nya, terus mencetak pesepakbola muda berkualitas hingga saat ini. Dan diakui pelatih tim senior SSS, Harno Tri Diastono, bakat pemain lokal daerah sebetulnya banyak. Tinggal bagaimana membimbing dan membina pemain muda usia ini menjadi lebih baik dan dapat berbicara banyak di kancah nasional dan internasional. Luar biasa!

Data Klub
Nama: SSB SSS (Sport Supaya Sehat)
Berdiri: 28 Mei 1928
Pendiri: Eling
Ketua Umum: Dwi Setyo Wahyudi
Ketua Harian: Amir Machmud NS SH MH
Nama awal:
Tot Ons Doel (1928),
Sport Stal Spieren atau Sport Supaya Sehat (1930).
Tempat latihan:
Lapangan Sidodadi Semarang (Home Base)
Lapangan Leboh – Zebra Pedurungan Semarang
[ Via: wikipedia, youtube ]