yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Wisata / Ragam seni musik dan tari tradisi di Hotel Majapahit Surabaya

Ragam seni musik dan tari tradisi di Hotel Majapahit Surabaya

±Jumat, 23 Mei 2014
Ragam seni musik dan tari tradisi di Hotel Majapahit Surabaya - Tari Icling Jangget tampil memikat di hadapan para tamu dan pengunjung Hotel Majapahit Surabaya.

Tari Icling Jangget tampil memikat di hadapan para tamu dan pengunjung Hotel Majapahit Surabaya. (Foto: hotel majapahit/dok.)

Menggandeng KONSEP (Konfigurasi Seni Pariwisata), Hotel Majapahit Surabaya menggelar “Ragam Seni Musik &Tari Tradisi Daerah". Mini performance ini ditampilkan di Lobby Lounge hotel yang terletak di kawasan wisata sejarah Jalan Tunjungan itu, pada hari Rabu, 21 Mei 2014 pukul 18 hingga 19 malam.

Pentas seni tradisi ini sukses memikat para tamu dan pengunjung Hotel Majapahit yang kebanyakan berasal dari luar negeri. Marketing Communication Supervisor Hotel Majapahit Surabaya, Emiliana Ayundra  menjelaskan, dalam kegiatan berdurasi sekitar satu jam ini ditampilkan beragam tarian dan seni musik khas daerah. Diantaranya ada Icling Jangget, Paju Gandrung dan Tari Kipas.

Dari musik, KONSEP menyuguhkan aksi Indium Band, Sedulur dan Ngakustik. Grup-grup band ini membawakan lagu-lagu tradisional daerah seperti Rek Ayo Rek, Si Patokaan, dan masih banyak lagi. Semuanya menyajikan aransemen akustik yang dipadukan dengan piano, sehingga menjadi empuk terdengar di telinga.

Emiliana Ayundra menambahkan, kegiatan yang menarik ini diadakan, terutama untuk mengenalkan ragam seni tradisional Indonesia pada tamu-tamu Hotel Majapahit yang didominasi oleh warga asing. Tentunya juga sekaligus untuk menghibur mereka.

Hotel Majapahit sendiri adalah sebuah bangunan yang penuh riwayat. Hotel ini dulunya bernama LMS, kemudian berganti menjadi Hotel Oranje lalu pada masa pendudukan Jepang, diubah namanya menjadi Hotel Yamato. Bangunan bersejarah itu dibangun oleh arsitek asal Armenia, Sarkies Bersaudara pada tahun 1910. Sekarang Hotel Majapahit berkembang menjadi sebuah hotel bintang lima dengan 143 kamar di dua lantai.

Bangunan hotel ini tak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Pada 19 September 1945, terjadi insiden bendera merah putih yang bermula ketika sekelompok orang Belanda dipimpin Mr. Pluegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru di puncak sebelah kanan hotel. Para pejuang kemudian marah dan menaiki bangunan, merobek warna biru pada bendera Belanda itu sehingga menjadi merah putih. Insiden itu mengakibatkan terbunuhnya Mr. Pluegman.
[ Via: hotel-majapahit ]