yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Uang / 5 Tips atasi trauma gagal bisnis: Perkuat karakter wirausaha

5 Tips atasi trauma gagal bisnis: Perkuat karakter wirausaha

±Kamis, 22 Mei 2014
5 Tips atasi trauma gagal bisnis: Perkuat karakter wirausaha - Banyak orang pernah mengalami kegagalan dalam bisnis. Yang sukses adalah yang bisa atasi trauma dan belajar dari pengalaman pahit itu

Banyak orang pernah mengalami kegagalan dalam bisnis. Yang sukses adalah yang bisa atasi trauma dan belajar dari pengalaman pahit itu (Foto: iansnakepit.com/)

Banyak orang punya pengalaman pahit dalam bisnis. Gak sedikit yang mengalami trauma berbisnis. Apakah karena gak punya bakat? Apakah karena gak punya cukup pengetahuan?

Apapun alasannya trauma harus disembuhkan. Teori bisnis dan kewirausahaan (entrepreneurship) memang bisa dipelajari di kelas, namun praktek berbisnis harus dialami di kancah sebenarnya. Praktek itu bisa memerlukan investasi -semangat, waktu, biaya singkat dan murah. Namun kadang 'bleeding period' (waktu berdarah-darah) dibutuhkan, dengan pikiran, perasaan, biaya serta waktu yang lumayan lama sebelum menemukan kunci jalan sukses. Simak tipsnya!

Ada pendapat, ekonomi negara bisa maju kalau setidaknya dua persen penduduknya menjadi wirausahawan. Sigit Pramono, praktisi perbankan dan mantan Dirut bank BUMN mengungkapkan, karakter wirausahawan punya sejumlah ciri agar bisa sukses.

Ciri karakter wirausaha atau entrepreneurship yaitu:
1. Mimpi
2. Ambisi
3. Tidak biasa
4. Pengambil risiko
5. Innovator
6. Kreatif
7. Gigih
8. Percaya diri/optimis.

Tekad terus berusaha, kalau berhasrat memperbaiki kondisi ekonomi, harus terus dipelihara. Seorang yang ingin sukses harus punya ambisi menjadi orang tidak biasa. Kreasi dan inovasi atas komoditas barang atau jasa yang dikuasai dan diyakini bisa 'nembus' pasar, juga harus terus dilakukan.

Selain itu, kegigihan juga kudu terus ditingkatkan. Kadang ada juga kolega atau kerabat yang hobi mengingatkan supaya berhati-hati dalam bisnis. Ini wajar, tapi inilah saatnya karakter wirausaha diuji. Seberapa besar tingkat percaya diri dan keberanian mengambil resiko.

Agar trauma gak berlanjut dan bisa mempercayai mitra bisnis, sejumlah tips perlu diperhatikan, diantaranya:
1. Lebih seksama menyeleksi latar belakang profil usaha calon mitra bisnis
2. Teliti rekam jejak integritas dan rentang waktu berbisnisnya
3. Amati komunitas lingkungan bisnisnya
4. Siapa atau perusahaan mana yang pernah berbisnis dengannya?
5. Lembaga keuangan atau bank yang disepakati mendukung kerjasama nantinya.

Bagaimana cara mengantisipasi supaya pengalaman pahit bisnis gak terulang?
1. Yakinkan diri sudah paham kekuatan dan kelemahan pribadi  waktu memasuki dunia bisnis, termasuk mau terus belajar.
2. Cermati semua peluang dan ancaman yang datang dari luar. Ambil peluang, karena kesempatan gak datang dua kali.
3. Perhitungkan resiko. Ancaman selalu ada di balik peluang.

Nah, dengan kapasitas kewirausahaan (entrepreneurship) tadi, setiap peluang sekarang telah menjadi lembar pembelajaran yang lebih menantang. Kalau sudah punya jam terbang lebih banyak, pastu bisa diketahui tipe mitra bisnis mana yang bisa didekati dan mana yang harus dijauhi.

Begitu juga momentum bisnis, dengan pengalaman sebelumnya, kepekaan meraih peluang mestinya akan semakin teruji. Gak kalah penting, konsultasilah dengan perbankan serta kamar dagang setempat untuk lebih membuka peluang sukses usaha. Selamat berbisnis!
[ Via: wikipedia ]