yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Uang / Ulet, kunci sukses Maksum, penjual baso telur goreng di Ambon

Ulet, kunci sukses Maksum, penjual baso telur goreng di Ambon

±Sabtu, 17 Mei 2014
Ulet, kunci sukses Maksum, penjual baso telur goreng di Ambon - Bang Maksum, asli Lamongan, sedang menjajakan baso telur goreng kepada siswa-siswa SMP Negeri 6 Ambon. Mengadu nasib di Ambon demi anak istri di kampung.

Bang Maksum, asli Lamongan, sedang menjajakan baso telur goreng kepada siswa-siswa SMP Negeri 6 Ambon. Mengadu nasib di Ambon demi anak istri di kampung. (Foto: yoKeepo.com/pracoyo)

Ulet, sebuah keyword untuk bisa sukses dan survive dimanapun seorang berada dan sehebat apapun tantangannya. Bang Maksum, asli Lamongan, adalah contoh konkrit dan sederhana menerapkan kata kunci tadi di Ambon. Penjual jajanan keliling "baso telur goreng" yang ulet ngumpulin rupiah untuk dikirim kepada keluarga di kampung.

Ketika menyusuri jalan Kakiali sekitar SMP Negeri 6 Ambon untuk nyari oleh-oleh asli Ambon, cuaca mulai gerimis. Tampak seorang penjual jajanan mirip penthol (bakso) di Surabaya. Dengan sepeda berpayung, dengan ulet, bang Maksum asyik menggoreng jualannya: baso telur goreng. Bakso sebesar kelereng dilumuri telur dan bumbu secukupnya lalu di goreng di wajan dengan beberapa cekungan kecil-kecil.

Sambil melayani serombongan siswa SMP, dia ceritakan kisah hidupnya dalam bahasa Jawa yang masih kental. Delapan tahun yang lalu dia memutuskan mengadu nasib karena tergiur kesuksesan temannya di Ambon. Maksum kaget liat temannya yang drop-out kelas 3 SD, pulang kampung bawa uang cukup banyak. Temannya ternyata jualan baso telur goreng keliling di Ambon.

"Pokokā€™e ulet, pasti sukses di Ambon," ajak temannya. Dia tinggalkan pekerjaan kuli bangunan di Lamongan dan ikutlah dia bersama teman mencari nafkah di Ambon. Istri dan 2 anaknya tetap di Lamongan.

Masih menurutnya, ceruk 'bisnis' jualan jajanan ini masih lumayan di Ambon. Walau udah ada sekitar 15 penjual jajanan yang sama, sehari Maksum masih bisa memperoleh keuntungan tak kurang Rp.150.000. Sebulan, Rp. 4,5 juta bisa dia dapatkan. Setelah dikurangi biaya hidup sebulan, dia mengirimkan rejekinya ke istri dan 2 anaknya: satu masih SMP, satu akan wisuda sebagai lulusan salah satu universitas di Lamongan jurusan MIPA, tahun ini. Wow!

Tapi 'langit tak selalu biru' di Ambon. Waktu ada kerusuhan hebat di Ambon beberapa tahun lalu, dia bertekad pulang ke Jawa. Tiket pesawat sudah di kantong. Tapi karena di jalan-jalan suasana kacau, dia telat tiba di bandara. Tertinggal pesawat, tiket hangus. Dengan gontai dia pulang ke kos-nya.

Dengan tetap waspada sampai suasana kembali normal, dia kembali bangkit berjualan baso telur goreng. Dengan ulet, dia survive sampai hari ini dengan menjual per satu tusuk isi 4 baso seharga Rp.1.000, ke anak-anak sekolah yang mengerumuni sepedanya. Ulet, enggak cuma keyword tapi juga magic word bagi yang pengin sukses.
[ Via: web ]


Keepo collections:
Uang