yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Seleb / Musik / Suicide Glass: Dari Pasuruan untuk kejayaan musik rock Indonesia

Suicide Glass: Dari Pasuruan untuk kejayaan musik rock Indonesia

±Sabtu, 17 Mei 2014
Suicide Glass: Dari Pasuruan untuk kejayaan musik rock Indonesia - Rock Band asal Pasuruan, Jawa Timur, Suicide Glass dalam salah satu aksi panggungnya.

Rock Band asal Pasuruan, Jawa Timur, Suicide Glass dalam salah satu aksi panggungnya. (Foto: facebook.com/suicideglass)

Anak-anak band terus lahir dan bertumbuh mewarnai blantika musik Indonesia. Suicide Glass, band asal Pasuruan, Jawa Timur, menceritakan kisah perjuangan mereka untuk eksis dan mengibarkan genre rock yang sempat moncer hingga era 90an, agar kembali jaya. Simak cerita yang mereka tulis sendiri untuk yoKeepoers.

Knowing more..

Musik Hard Rock, apa kabarmu sekarang?
Central of Peace: Band reggae asal Jombang rasa Jamaika

Sejak awal terbentuk tahun 2009, Suicide Glass, yang terdiri dari Yuga (Vocal), Wend (Gitar), Zhiee (Gitar) Wasic (Bass) dan Kochun (Drum) memutuskan untuk selalu membawakan lagu ciptaan sendiri. Di setiap even, berbagai respon dari pendengar, penonton dan teman-teman, baik positif maupun negatif menjadi makanan anak band ini.

Berbagai event diikuti untuk memperkenalkan lagu dan semakin banyak pula tanggapan positif terhadap lagu dan penampilan mereka. Inilah yang membuat Suicide Glass merasa lebih kuat dari waktu ke waktu dan ingin terus mengeksplor musik yang dimainkan.

Namun selalu ada cerita sedih ketika kita mengharap yang terbaik. Saat Suicide Glass mulai banyak dikenal, Wasic (Bass) memutuskan untuk mengundurkan diri karena kesulitan mengatur waktu akibat padatnya jadwal manggung. Hingga kini, Suicide Glass masih menggunakan additional player untuk mengisi kekosongan.

Band ini memilih menancapkan taringnya pada genre rock, namun dalam pemilihan aransemen juga banyak dipengaruhi genre japan rock atau viskei dengan sedikit dibubuhi riff-riff berat dan breakdown ala metalcore. Sejumlah band mancanegara seperti Dir En Grey, Breaking Benjamin, The Gazette, Motley Crue, dan Bullet For My Valentine juga mempengaruhi warna musik grup band Pasuruan ini.

Suicide Glass terus berkarya di genre rock meski akhir-akhir ini industri musik lagi gencar-gencarnya mempromosikan musik melayu. Selain bermusik, Suicide Glass mempunyai misi, turut memberi kontribusi terhadap perkembangan musik rock agar kembali lagi berjaya dan mendominasi seperti era 90an.

Pengaruh visual kei sangat terlihat dalam setiap aksi personelnya di setiap penampilan. Band ini selalu berupaya memberi kesan kepada para penonton dan menyesuaikan dengan kondisi stage yang ada. Style yang khas, powerfull dan dramatis mewarnai tiap performnya. Selain itu, interaksi dengan penonton juga kerap kali dilakukan seperti mengajak moshing atau headbanging.

Selain promo dalam setiap perform, Suicide Glass juga menjadi bagian dari komunitas Locals Alive Surabaya, Pandaan Indie Community, dan Malang Indie Community. Salah satu single mereka juga ikut dalam kompilasi MIC Street #3. Single Suicide Glass bisa direquest di radio streaming seperti radiomusikindie.com, reddaifukuradio.com atau di matrixfmlampung.

Untuk lebih tahu apa kabar paling update tentang Suicide Glass silakan klik:
twitter : @SuicideGlass
facebook: SUICIDE GLASS

Basecamp
Rocket Studio, Jln Raya Bogem No. 20, Prigen-Pasuruan
[ Via: reverbnation, twitter, facebook ]


Keepo collections:
Musik