yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / 4 Ciri makanan pendamping ASI untuk bayi: Mestinya hambar

4 Ciri makanan pendamping ASI untuk bayi: Mestinya hambar

±Kamis, 08 Mei 2014
4 Ciri makanan pendamping ASI untuk bayi: Mestinya hambar - Makanan pendamping ASI yang tepat untuk bayi harus menjamin terpenuhinya gizi pada periode emas.

Makanan pendamping ASI yang tepat untuk bayi harus menjamin terpenuhinya gizi pada periode emas. (Foto: foodforkids.biz)

Memiliki bayi yang berusia lewat dari 6 bulan berarti memasuki babak baru dalam penyiapan menu kuliner alias makanan pendamping ASI. Menu ini haruslah disiapkan secara tepat untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan zat gizi pada masa periode emas.

Makanan Pendamping ASI haruslah memenuhi syarat tepat dan sehat. Tepat memiliki arti konsistensi makanan harus sesuai dengan usia bayi; demikian pula dengan porsi dan jadwal pemberiannya.

Sedangkan makna sehat untuk makanan bayi haruslah memenuhi syarat alami, higienis dan bergizi. Alami mengandung arti terbuat dari bahan asli hasil alam yang berkualitas tanpa tambahan bahan pengawet, pewarna atau penguat rasa. Higienis memiliki makna bahwa selama proses pengadaan makanan mulai dari persiapan hingga penyajian haruslah dalam kondisi bersih dan memenuhi syarat kesehatan. Bergizi karena terbuat dari campuran beragam bahan pangan yang memiliki komposisi gizi secara lengkap dan berimbang.

Memberikan makanan sehat bergizi pastilah menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua yang memiliki buah hati, karena itulah jangan sampai salah dalam memberikan makanan sehat bagi anak.

Karakteristik bubur yang sehat untuk bayi yang baru pertamakali berpetualang dalam ranah kuliner adalah sebagai berikut :
1. Tanpa penambahan bahan penguat rasa seperti gula pasir, garam ataupun MSG karena indra pengecap bayi haruslah dilatih untuk merasakan rasa makanan alami secara murni agar pada masa perkembangannya tidak ada kesulitan bagai anak-anak untuk mengkonsumsi sayuran dan buah.
2. Organ tubuh bayi berada dalam masa pertumbuhan, sehingga pemberian garam yang berlebihan akan memberatkan kerja ginjal bayi. Makanan yang berasal dari produk hewani secara alami sudah mengandung mineral natrium yang cukup tinggi.
3. Penambahan gula pasir pada masa bayi dapat menimbulkan syndrome “Sugar Baby” yang beresiko mengakibatkan obesitas pada masa perkembangannya, sehingga berpotensi menurunkan derajad kesehatan buah hati anda. Selain itu penambahan gula berlebih akan menyuburkan pertumbuhan jamur di saluran pencernaan bayi sehingga akan menghambat penyerapan zat gizi dan menyebabkan diare.
4. MSG (Mono Sodium Glutamat) merupakan bahan penguat rasa yang sangat kuat yang bisa mengaburkan rasa asli dari bahan makanan alami kita sehingga indra pengecap bayi akan kesulitan dalam merasakan bahan makanan alami. Selain itu, kontroversi MSG sebagai zat karsinogenik yang berperan sebagai pencetus kanker masih terus diperdebatkan .

Semoga ulasan ini mampu membantu anda dalam menyiapkan makanan yang lebih sehat bagi anak sehingga kita bisa mengambil peran lebih banyak dalam menciptakan generasi hebat di masa datang.
[ Via: sahabatnestle, wikipedia ]


Keepo collections:
Lagak