yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Awas! Kecanduan Selfie bisa picu bunuh diri

Awas! Kecanduan Selfie bisa picu bunuh diri

±Senin, 28 April 2014
Awas! Kecanduan Selfie bisa picu bunuh diri - Presiden SBY dan PM Malaysia Najib Razak ber-selfie ria. Kecanduan selfie bisa picu dorongan bunuh diri.

Presiden SBY dan PM Malaysia Najib Razak ber-selfie ria. Kecanduan selfie bisa picu dorongan bunuh diri. (Foto: hidayatullah.com)

Danny Bowman, seorang remaja Inggris 19 tahun, terobsesi mengambil foto selfie dengan sempurna. Benar-benar kecanduan selfie. Dia pernah coba bunuh diri hanya karena hasil foto-fotonya kurang sempurna. Apakah wajar jika dalam hampir 10 jam sehari berfoto selfie 200 kali? Remaja ‘gila’ ini melakukannya dengan iPhone nya.

Penny, ibunya, sampai kehabisan akal untuk menghentikan kelakuan anaknya ini. Pernah suatu ketika Danny Bowman berubah agresif ketika tahu iPhone nya disembunyikan ibunya. Efek ‘gila’ selfie ini enggak main-main lho guys. Remaja yang kecanduan selfie ini putus sekolah, nganggur di rumah selama 6 bulan dan pernah coba bunuh diri overdosis obat karena obsesi mentok. Beruntung ibunya memergokinya.

Danny mengaku, "Aku terus-menerus berfoto selfie sesempurna mungkin, ketika aku sadar kalau aku gagal peroleh foto yang sempurna,  aku ingin mati. Aku telah kehilangan teman-teman, pendidikan, kesehatan dan hampir hidup saya."

Dr. David Veal, seorang psiakiater, menyatakan kecanduan selfie bukan sesuatu yang ‘lucu’; Ini masalah serius  dan bisa terjadi kepada siapa saja.

Ini bukan masalah kesombongan tapi lebih ke masalah gangguan kesehatan mental yang beresiko bunuh diri. Kecemasan yang berlebihan karena tentang penampilan diri.

Danny mulai kecanduan selfie ketika berumur 15 tahun. Ambisinya ingin menjadi model, lebih khusus pengin seperti Leonardi De Caprio. Saat itu dia mengunggah foto selfie ke Facebook. Tak disangka, komen teman-temannya tidak mengenakkan hatinya. Ada yang bilang hidungnya terlalu besar untuk wajahnya atau komen kulitnya. Dia jadi down.

Sejak kejadian itu dia mulai bertingkah ‘lebay’. Dia bisa berfoto di depan cermin sampai 30 kali dan semua di delete nya karena enggak sempurna. Pernah juga ketika bangun pagi dia ber-selfie 10 kali, lalu setelah mandi, 10 kali. Enggak berhenti disitu, setelah pake pelembab, dia berfoto 10 kali!

Dengan penanganan yang intensif kini Danny sudah berangsur normal. Sekarang dia menjadi volunteer aksi amal untuk kesadaran kesehatan mental pada anak muda.

Fenomena selfie menggila melanda sosial media selama 5 tahun terakhir. Mulai bintang film, politisi, bahkan Paus Fransiskus melakukannya. Yang fenomenal,  Oxford , tahun lalu telah memasukkan kata ‘selfie’ dalam kamusnya. Alasannya, dalam setahun,  kata selfie meningkat penggunaannya sampai 17.000% !
[ Via: mirror, huffingtonpost, undefined ]


Keepo collections:
Lagak