yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Uang / Bisnis hotel, resto atau karaoke di Semarang? Urus izin dong!

Bisnis hotel, resto atau karaoke di Semarang? Urus izin dong!

±Minggu, 27 April 2014
Bisnis hotel, resto atau karaoke di Semarang? Urus izin dong! - Tim gabungan Dians Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang saat melakukan sidak di salah satu tempat usaha.

Tim gabungan Dians Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang saat melakukan sidak di salah satu tempat usaha. (Foto: yokeepo.com/aldy)

Kota Semarang makin semarak oleh kehadiran beragam lokasi wisata hiburan dan kuliner seperti rumah makan, karaoke, hotel maupun panti pijat. Sayangnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mencatat, masih banyak tempat usaha dan menghasilkan uang, belum memiliki izin.

Sesuai aturan, setiap pelaku usaha mestinya mendaftarkan usaha kepariwisataan yang dijalankannya. Juru bicara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Giarsito Sapto menjelaskan, daftar usaha pariwisata itu berisi hal-hal yang menurut Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 85-97/HK.501/MKP/2010, wajib didaftarkan oleh setiap pengusaha.

"Perda Kota Semarang nomor 3 tahun 2010 tentang Kepariwisataan menyebutkan persyaratan memiliki izin Pariwisata, antara lain pemilik harus melampirkan PTUP, IMB, HO dan mengisi formulir di Gedung Pandanaran lantai 8 Jalan Pemuda," jelas Sapto.

Untuk menertibkan tempat-tempat usaha wisata yang belum melengkapi izinnya itu, Selasa, 22 April 2014 lalu, Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang menggelar sidak ke sejumlah tempat usaha yang diduga belum mengantongi izin usaha. Tim gabungan khusus Dispar, Satpol PP dan Polrestabes Semarang mendatangi 7 lokasi, yaitu Rumah Makan Seven degree, RM giggle box Jalan Diponegoro, Panti Pijat Nakamura, O Spa Jalan Sultan Agung, RM Seleraa Indonesia, Gama Resto Jalan Sultan Agung dan Guest House Rumah Watu Lawang, di Jalan Papandayan.

Saat dilakukan pemeriksaan, pengelola Rumah Makan Seven Degree dan Giggle Box maupun tempat-tempat lain yang diperiksa, rata-rata tidak bisa menunjukkan izin usaha. Sebagai upaya penindakan, akhirnya Satpol PP Kota Semarang menyita Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik tempat usaha. KTP itu baru akan dikembalikan jika pemilik sudah melengkapi persyaratan dan bisa menunjukkan izin.

"Sebelum melakukan sidak, jauh hari sebelumnya kami sudah memberikan teguran tertulis. Tetapi teguran ini diabaikan oleh pemilik tempat usaha," ungkap Sapto.

Sapto juga menambahkan, di kota Semarang banyak sekali tempat usaha yang belum memiliki izin. Mulai dari tempat usaha Rumah Makan, Cafe, Panti Pijat, karaoke, Hotel Berbintang dan non bintang.

"Kami akan memberikan tiga sanksi kepada pemilik, pertama teguran tertulis, pembekuan tempat usaha sementara sampai bisa menunjukkan PTUP dan Penutupan tempat usaha oleh Satpol PP," pungkas Sapto.
[ Via: Perda Kota Semarang No.3/2010 kemenkumham ]


Keepo collections:
Uang