yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Sport / Bola / Indra Sjafri dan optimisme lolos grup B Piala Asia U-19

Indra Sjafri dan optimisme lolos grup B Piala Asia U-19

±Jumat, 25 April 2014
Indra Sjafri dan optimisme lolos grup B Piala Asia U-19 - Indra Sjafri, tangan dinginnya mengantarkan timnas Garuda terus terbang tinggi.

Indra Sjafri, tangan dinginnya mengantarkan timnas Garuda terus terbang tinggi. (Foto: KOMPAS/Kristianto Purnomo)

16 besar Piala Asia AFC U-19, timnas Indonesia masuk Grup B bersama Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab (UEA). Tim U-19 besutan Indra Sjafri ini optimis lolos dari Grup B di kejuaraan yang akan berlangsung di Myanmar 9-22 Oktober 2014. Lolos ke babak semifinal menjadi kunci masuk Piala Dunia U-20 FIFA di Selandia Baru 2015. Beberapa alasan menguatkan optimisme ini.

Vietnam yang pernah dikalahkan Indonesia saat final Piala AFF 2013, semakin menggila dengan melibas semua peserta Grup F termasuk Australia di babak kualifikasi Piala Asia U-19. Memang hasil ini enggak bisa dijadikan patokan, tapi paling tidak Indra Sjafri, pelatih timnas U-19 ini tahu strategi jitu untuk melibas (kembali) Vietnam.

Pada pertandingan uji coba dengan UEA, 14 dan 16 April 2014 diStadion Tyeyab Awana Std Al Khawaneej, FA UEA Complex, U-19 mampu menaklukan tim tuan rumah dengan skor menakjubkan 4-1 dan 2-1. Padahal UEA adalah juara Grup B babak kualifikasi Piala Asia AFC U-19.  Namun pelatih timnas U-19 penggemar Jose Mourinho ini patut waspada karena sepakbola itu bundar, segala sesuatu bisa saja terjadi. Tetapi optimisme harus tetap berkobar.

Indra Sjafri, bapak dua anak ini memang pelatih yang cukup unik dalam mencari bibit pesepakbola nasional. Dia melakukan blusukan  sampai pelosok nusantara untuk mencari ‘mutiara-mutiara’ pesepakbola. Prestasi mencengangkan pernah diciptakannya saat tim U-19 nya melakoni tanding  terakhir pada babak kualifikasi Grup G Piala AFC lalu. Anak asuhnya sukses mempermalukan juara 12 kali Piala Asia U-19, Korea Selatan. Wow!

Suami Temi Indrayani berusia 51 tahun ini dulu adalah seorang pemain klub PSP Padang di tahun 80’an yang juga pernah menjadi pegawai kantor pos. Prestasinya yang tak terlupakan adalah ketika timnas U-19 binaannya mengalahkan tim kuat Vietnam di Final Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu.

Saat itu timnas kita menang adu penalti 7-6 dengan suasana yang sangat dramatis. Banyak penonton yang sampai termehek-mehek haru biru setelah dahaga kemenangan selama 22 tahun terbayar lunas. Sejak itu kualitas Timnas U-19 menunjukan tren yang semakin lebih baik.
[ Via: kompas, kompas, kompas ]