yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Ritual Paskah Paus Fransiskus dobrak aturan Vatikan

Ritual Paskah Paus Fransiskus dobrak aturan Vatikan

±Selasa, 22 April 2014
Ritual Paskah Paus Fransiskus dobrak aturan Vatikan - Paus Fransiskus membasuh dan mencium kaki seorang jompo pada Kamis Putih, 17 April 2014.

Paus Fransiskus membasuh dan mencium kaki seorang jompo pada Kamis Putih, 17 April 2014. (Foto: korrespondent.net)

Paskah tahun ini, Paus Fransiskus (lagi-lagi) melakukan hal kontroversial. Dia mendobrak tradisi kepausan dalam hal ritual pembasuhan kaki. Mirip zaman Yesus ketika tindakannya kepada 12 muridnya dianggap radikal dan kontroversial. Pada zaman itu, membasuh kaki dianggap tugas rendahan dan melanggar etika kesopanan, apalagi bagi seorang pemimpin.

Sampai tahun lalu, nggak ada Paus yang berani mendobrak aturan Vatikan. Menurut aturan gerejawi, pembasuhan kaki oleh Paus atau Uskup Agung dilakukan pada pria dewasa menjelang Paskah. Paskah tahun lalu (2013) Paus Fransiskus melakukan pembasuhan kaki dan mencium 12 kaki tahanan, dua diantaranya perempuan dan dua muslim. Paskah tahun ini dia melakukan (lagi) hal kontroversial. Kamis Putih (17 April 2014) dia membasuh 12 orang dari panti jompo dan cacat di gereja S. Maria della Provvidenza Roma. Keduabelas orang itu terdiri dari berbagai usia, gender, etnis dan agama.

Paus berusia 78 tahun ini melakukan ritual Paskah 'pembasuhan kaki' dengan senyuman tulus pada setiap orang yang dicuci kakinya satu persatu. Padahal dengan usia segitu, dia harus berjuang bangkit dan bergeser ke kaki orang berikutnya. Dua asisten di belakangnya membantunya berdiri.

Tradisi pembasuhan kaki oleh Paus kepada para imamnya didasarkan satu kisah di kitab suci Kristen dan Katolik, Injil Yohanes. Saat Perjamuan Terakhir menjelang penyaliban, Yesus membasuh kaki keduabelas murid sebagai bentuk teladan pelayanan sejati seorang pemimpin.

Melihat rekam jejaknya, Paus ini memang terkenal dengan tindakan kontroversialnya sejak masih menjabat Uskup Agung. Para Uskup Agung waktu itu harus minta ijin dulu ke Vatikan jika akan membasuh kaki perempuan di gerejanya. Namun Paus Fransiskus yang saat itu masih menjabat Uskup Agung Buenos Aires, Argentina telah melakukannya kepada ibu muda di rumah sakit bersalin di tahun 2005.

Yang lebih kontroversial lagi, tahun 2001, dia membasuh kaki dan mencium kaki 12 penderita AIDS di sebuah rumah sakit di ibu kota Argentina. Tindakan kontroversial ini berlanjut tahun 2008, di pusat rehabilitasi narkoba. Ngapain coba jika bukan membasuh kaki para pecandu narkoba!

Guna menghindari 'praktek' tradisional, Paus Fransiskus lebih menekankan pada 'semangat' dibanding 'aturan'. Semangat melayani seorang pemimpin kepada pengikutnya (hambanya, bawahannya, atau rakyatnya). Sikap kerendahan hati dan melayani dengan hati, merangkul orang-orang yang terpinggirkan di masyarakat.

Paus pertama dari Ordo Jesuit ini memang suka bertindak 'out of the box' . Di awal kepausannya, dia sering melanggar protokol Vatikan. Dia lebih suka tinggal di luar istana kepausan, menghindari berkostum Paus plus aturan transportasinya, punya akun Twitter dan tidak alergi berfoto selfie.
[ Via: bbc, cnn, yokeepo ]