yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Gaul / PR Hotel nulis novel? Adinda Santjoko: Keluargaku, inspirasiku

PR Hotel nulis novel? Adinda Santjoko: Keluargaku, inspirasiku

±Minggu, 20 April 2014
PR Hotel nulis novel? Adinda Santjoko: Keluargaku, inspirasiku - Adinda Santjoko, PR Coordinator Quest Hotel Semarang

Adinda Santjoko, PR Coordinator Quest Hotel Semarang (Foto: adindasantjoko/dok.)

Awalnya hanya sekedar coretan iseng. Sekarang, Adinda Santjoko sedang berjuang menuntaskan novel perdananya. Public Relations Coordinator Quest Hotel Semarang ini menjadikan keluarga sebagai sumber inspirasi tulisan-tulisannya.

Keluarga memberi banyak pengalaman berharga dalam hidupnya. Ayahnya, yang wafat sekitar 20 tahun lalu, punya banyak pengaruh pada kebiasaannya menulis di masa kecil. Kebetulan, ayahnya yang seorang pilot, punya cara sendiri mengekspresikan rasa sayang pada isteri dan anak-anak. Ia biasa membuat catatan kecil berisi pesan sayang dan ditempelkan di berbagai tempat di dalam rumah.

"Kalau malam, Papa menemani kami tidur. Setelah kami tertidur, baru menulis ungkapan-ungkapan sayang itu. Paginya kita nemuin tulisan Papa di meja belajar, pintu kulkas atau di tempat-tempat lain, semua bisa baca," cerita Dinda saat berbincang dengan yoKeepo, Kamis, 17 April 2014 lalu.

Perempuan kelahiran Semarang, 5 Maret 1983 ini mulai rutin menulis sejak SD. Awalnya cuma curahan hati di buku tulis. Ketika teman-teman dan gurunya tahu, di SMP dia diminta menulis di majalah dinding. Sampai akhirnya beberapa waktu lalu bertemu seorang teman yang kebetulan novelis.

"Dia bilang, kamu harus bikin novel dan janji bantu saya. Setelah dipikir, saya bilang oke, tapi nggak mau ditarget, soalnya hasilnya bisa jelek dan malah nggak sesuai kata hati," kata Dinda menceritakan kalau dia baru mulai mengerjakan novelnya sekitar tujuh bulan.

Novelnya berangkat dari hal-hal sederhana. Ada pengalaman hidup, gaul, bahkan sisi romantis. Salahsatunya, pengalaman naik angkot ke kantor. Pengalaman yang mengajarkannya bahwa Tuhan nggak akan membiarkan perjuangan tulus dan ikhlas menjadi sia-sia. Tulisan soal angkot itu juga menghiasi laman blog pribadinya, berjudul "Acting Wisely".

Bicara Hari Kartini dan wanita Indonesia saat ini, Adinda Santjoko yang menjadi PR Coordinator Quest Hotel Semarang sejak sekitar 2 tahun lalu, sekarang wanita Indonesia sudah nggak bisa disepelekan. Di banyak aspek, perempuan punya peranan penting banget.

"Bicara kecerdasan, keterampilan maupun kreatifitas, saat ini sangat bisa disejajarkan dengan kaum pria, bahkan banyak posisi posisi penting kepemimpinan diduduki kaum wanita," kata sarjana informatika ini.

Khusus wanita Indonesia, dalam sejarah, lanjut Dinda, ada sosok Kartini. Pejuang kesetaraan hak wanita Indonesia. Tapi dia mengingatkan, apapun perannya, jadilah wanita pandai dan berakhlak baik. "Tanpa melupakan kodrat utama yang sangat mulia, ibu!" tandas Dinda semangat.

Selamat Hari Kartini, Adinda Santjoko dan kaum wanita Indonesia. Tularkan semangat itu melalui tulisan. Pramoedya Ananta Toer bilang, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Kartini sudah lama wafat, tapi kumpulan suratnya, Habis Gelap Terbitlah Terang" terus menginspirasi wanita Indonesia.
[ Via: blog adindasantjoko ]