yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Lagak / Suka kuliner dari tempe busuk? Waspada hipertensi!

Suka kuliner dari tempe busuk? Waspada hipertensi!

±Senin, 14 April 2014
Suka kuliner dari tempe busuk? Waspada hipertensi! - Tempe penyet, salah satu menu kuliner yang digemari banyak orang.

Tempe penyet, salah satu menu kuliner yang digemari banyak orang. (Foto: city-data.com)

Ada kabar gembira dan sedih soal tempe, kuliner merakyat kaya manfaat itu. Sedihnya, para penggemar masakan yang menggunakan tempe busuk sebagai bahan penyedap harus berhati-hati. Meski asalnya sama, tempe busuk ternyata 'mandul' alias tidak bisa menghambat hipertensi.

Hipertensi atau dikenal sebagai darah tinggi adalah penyakit dengan jumlah penderita cukup tinggi dan terus meningkat di Indonesia. Disebut juga sebagai 'silent disease' karena orang sering tidak merasakan tanda yang jelas kedatangan penyakit ini sebelum memeriksa tekanan darah.

Hipertensi punya 2 kelompok besar, hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer disebabkan pertambahan usia, stres psikologis dan hereditas. Hipertensi sekunder disebabkan pemakaian kontrasepsi hormonal, kerusakan fungsi ginjal, maupun terganggunya keseimbangan hormonal. Pemicunya macam-macam. Bisa faktor yang tidak dapat dikontrol seperti usia, keturunan dan jenis kelamin. Bisa juga yang dapat dikontrol semisal kegemukan, kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat dan kurang olahraga.

Sebenarnya tidak bisa disebut penyakit, soalnya hipertensi sendiri adalah gejala yang timbul sebagai penyerta penyakit lebih serius semisal jantung koroner. Sebuah komite yang menangani hipertensi di Amerika, dalam laporannya yang disebut JNC 7 tahun 2002 menyatakan, sesorang berpredikat hipertensi stage I jika tekanan darahnya diatas 140/90 mmHg.

Mekanisme terjadinya hipertensi adalah perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II karena aktivitas zat bernama Angiotensin I Converting Enzim, kalangan medis menyebutnya ACE. Angiotensin II inilah pemeran penting dalam proses peningkatan tekanan darah. Nah, untuk menghambat peningkatan itu,  tentunya harus menghambat pembentukan angiotensin II bukan? Lalu apa yang harus dilakukan? Yang pasti adalah menghambat aktivitas ACE.

Kabar gembiranya, begitu banyak menu kuliner sehari-hari ternyata punya potensi sebagai inhibitor atau penghambat ACE. Mau tahu makanan apa saja? Seberapa sering mengkonsumsi tempe goreng, tempe bacem, botok tempe, perkedel tempe dan berbagai macam olahan tempe?

Jika anda mengkonsumsi tempe secara regular dalam jumlah cukup, berarti tubuh anda sudah punya kemampuan menghambat aktivitas ACE. Tempe di pasaran mengandung enzim protease yang dihasilkan kapang selama proses fermentasi. Enzim inilah pengurai protein berbentuk polipeptida menjadi peptida-peptida tunggal yang berperan kunci dalam mekanisme ACE inhibitor.

Hanya saja, penelitian Profesor I Made Astawan, pakar teknologi pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) menegaskan, aktivitas enzim protease mencapai kadar maksimal jika waktu fermentasi tempe tidak melebihi 36 Jam. Jika lebih, enzim protease tidak hanya bisa menghidrolisa protein menjadi peptide, namun juga menghasilkan asam amino bebas dan ammonia dan tidak punya kemampuan ACE inhibitor.

Ini betul-betul kabar sedih bagi yoKeepoers penggemar lodeh, perkedel tempe, maupun botok yang dibumbui aroma tempe busuk. Hehehe..
[ Via: wikipedia, wikipedia ]