yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Kini / Berita / 4 Kota ajang jual beli kunci jawaban Ujian Nasional

4 Kota ajang jual beli kunci jawaban Ujian Nasional

±Senin, 14 April 2014
4 Kota ajang jual beli kunci jawaban Ujian Nasional - Contoh kasus jual beli kunci jawaban soal ujian nasional melalui ponsel.

Contoh kasus jual beli kunci jawaban soal ujian nasional melalui ponsel. (Foto: kaskus.co.id)

Empat kota besar Indonesia dilaporkan menjadi ajang jual beli kunci jawaban soal Ujian Nasional SMA/SMK. Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) sudah menerima 10 laporan mengenai hal itu hingga Senin, 14 April 2014. Sekjen FSGI Retno Listiyarti mengatakan, transaksi jual beli kunci jawaban ujian nasional dilaporkan terjadi di Medan, Jakarta, Surabaya dan Bandung. Laporan masuk sejak Posko dibuka pada 1 April 2014 lalu.

Selain laporan transaksi kunci jawaban, FSGI juga mendapat laporan adanya keterlambatan distribusi naskah ujian. Dua rayon di DKI dikabarkan hingga Minggu, 13 April 2014 malam, belum semua sekolah pelaksana ujian nasional menerima naskah, padahal mestinya sudah diterima sebelumnya. Kekurangan paling parah terjadi di Rayon 13 Cijantung. Di sana, terdapat kekurangan 12 amplop atau 240 naskah soal Bahasa Indonesia. Sedangkan di rayon 17 cuma kekurangan 20 naskah atau 1 amplop saja.

Kekurangan ini menjadi problem karena pelaksanaan ujian nasional memang nggak bisa sembarangan. Pencetakan soal UN dilakukan di Jawa Timur, sehingga penyelenggara harus menunggu kekurangannya didatangkan dari Jawa Timur.
Kata Retno, kekurangannya nggak bisa diselesaikan dengan menggunakan soal cadangan. "Itu ada barcode-nya," ungkapnya.

Untungnya, saat ujian nasional mulai digelar pagi tadi, kekurangan bisa diatasi karena sejumlah sekolah justru kelebihan naskah soal. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun mengatakan, distribusi berjalan lancar, karena kekurangannya juga tidak banyak.

Kelebihan soal ini memang dimungkinkan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan data kebutuhan soal untuk setiap sekolah sudah jelas. Setiap sekolah pasti tahu jumlah murid dan soal yang harus ada berapa.

"Ada tiga macam jumlah naskah dalam amplop, yakni 21 soal, 15 soal, dan 10 soal. Ruang ujian yang terdiri dari 20 anak akan mendapat jatah amplop berisi 21 soal," jelas Mohammad Nuh. Ruangan yang diisi 17 sampai 19 peserta, juga pasti menerima amplop 21 soal. Jadi pasti ada kelebihan naskah ujian nasional dan itu bisa digunakan untuk menutupi kekurangan di tempat lain.
[ Via: detik, tempo ]