yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Tekno / Gadget / Jerawat? Aplikasi iPhone "diet & acne" solusinya

Jerawat? Aplikasi iPhone "diet & acne" solusinya

±Minggu, 13 April 2014
Jerawat? Aplikasi iPhone "diet & acne" solusinya - Tampilan aplikasi "diet & acne" di iPhone.

Tampilan aplikasi "diet & acne" di iPhone. (Foto: feinberg.northwestern.edu)

Jerawat emang bisa bikin 'pede' hilang. Jangan kuatir, iPhone punya solusinya. Eh..apa hubungannya?  Ponsel bikinan Apple itu baru saja merilis aplikasi gratis bernama "diet & acne".  Aplikasi itu bakal menganalisa makanan yang kita konsumsi biar jerawat nggak kerasan nempel di wajah. Jadi pengguna akan dibantu membuat pilihan makanan yang lebih baik dan pastinya nggak bikin kulit berjerawat, sesuai hasil penelitian ilmiah.

Aplikasi iPhone ini bekerja berdasarkan data analisis sistematis berdasarkan hasil studi penelitian. Diana Cohen, pencipta aplikasi smartphone ini mengatakan,  pengguna mungkin akan terkejut mengetahui ternyata nggak ada bukti konklusif yang bisa mengaitkan kegemaran makan cokelat dengan jerawat. Masih menurut dia, memang ada satu studi kecil menyebutkan kalau makan 100% kakao (buah cokelat) bakal memperburuk gejala jerawat. Tapi ya… Siapa yang mau makan buah cokelat murni 100%?

Cohen menciptakan aplikasi yang bisa diunduh dari iTunes store ini waktu jadi mahasiswa pasca sarjana di bidang teknik desain dan program inovasi di Segal Design Institute, Northwestern. Sekarang, aplikasi 'diet & acne' sudah diunduh sedikitnya 5.507 pengguna iPhone dari 98 negara. Lebih dari 100 orang menanggapi survei untuk aplikasi itu. Sekitar 87% responden mengaku sudah berjerawat selama lebih dari setahun.

Sebanyak 37% reponden diantaranya, belum pernah ke dokter untuk memeriksakan jerawatnya. Artinya apa coba? Diet & acne berfungsi menjadi jembatan antara pasien dengan dokter! Atau setidaknya, dokter virtual yang bisa menjawab keluhan tingkat pertama sebelum konsultasi ke dokter sesungguhnya.

Cohen mengatakan, banyak orang di dunia yang sudah menggunakan aplikasi mobile sebagai rujukan atau sumber informasi tentang kesehatan. Tapi menurutnya, sebagian besar aplikasi nggak berdasarkan bukti,  lagian ujung-ujungnya cuma jualan produk. "Aplikasi ini beda karena menggunakan bukti kajian literatur sistematis dan menyajikannya (di gadget) dengan sentuhan ujung jari pasien.” tambah cewek yang juga seorang resident physician (dokter tetap –red) di University of Illinois, Chicago itu meyakinkan.
[ Via: northwestern ]