yoKeepo: Media alternatif untuk yg muda dan kepoyoKeepo



Home / Tekno / Pesawat R80: BJ Habibie 'move on' lagi

Pesawat R80: BJ Habibie 'move on' lagi

±Rabu, 09 April 2014
Pesawat R80: BJ Habibie 'move on' lagi - Habibie dan industri dirgantara siap move on dengan pesawat R80.

Habibie dan industri dirgantara siap move on dengan pesawat R80. (Foto: kaskus.co.id)

Banyak yang bilang, industri pesawat Indonesia mati suri.  Ibarat abis diputusin pacar, setelah lama nggak terdengar cawe-cawe di industri itu, sekarang BJ Habibie sepertinya mulai move on . Pesawat R80 adalah buktinya. PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang komisarisnya adalah BJ Habibie, dapat pesanan 100 unit pesawat itu dari  NAM Air. Maskapai penerbangan anak kandung’ Sriwijaya Airlines itu ikut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia bergerak lagi.

Habibie, mantan Presiden RI ke-3 ini memang ahlinya. Dia belajar konstruksi pesawat di Jerman, dan mendapat gelar Doktor untuk ilmu ini.  Menyambut pesanan NAM Air, dia mengaku sangat bersyukur. Ini artinya  industri pesawat di Indonesia bakal bergairah lagi. "Insya Allah (pesawat terbang) R80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara (mulai terbang perdana) dan dunia akan surprise," ucap Habibie bangga, waktu Grand Launching NAM Air di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mantan Direktur dan Executive Vice President pabrik pembuat Airbus pertama ini menceritakan bagaimana dia sempat sempat 'galau'  waktu diberi pilihan sulit. Gimana nggak sih,  waktu itu di Jerman, karirnya sedang moncer banget tapi presiden Soeharto malah menyuruh dia pulang.  Pak Harto memintanya mengembangkan  industri pesawat di Indonesia. So, jadilah BJ Habibie, Menteri Negara Riset dan Teknologi (1978-1998).

Di dalam negeri, dia juga mengembangkan industri pesawat terbang Nurtanio, sampai akhirnya menjadi IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) dan terakhir menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Habibie sukses menggandeng sejumlah pabrikan ternama untuk berkolaborasi membuat pesawat dan komponennya.

Ketika diangkat menjadi Wakil Presiden, suami mendiang Ibu Ainun ini harus rela melepas semua jabatan yang dipegang, termasuk di industri strategis (pesawat). Padahal, industri itu punya sedikitnya 48 ribu karyawan dan mampu turnover  sampai US$10 miliar.

Waktu suksesi presiden tahun 1999, BJ Habibie sempat menitipkan soal ini ke penggantinya, mendiang Gus Dur. "Jangan korek-korek (bubarkan) industri strategis karena ini adalah keinginan seluruh bangsa sejak kemerdekaan. (Para pakar dirgantara itu) putera-putera terbaik yang memberikan apa saja yang dimiliki," ucapnya.

Tapi apa yang dikhawatirkannya, terjadi. Industri pesawat itu bubar, nggak terurus. "Is that the price  (harga mahal -red) I have to pay to get my freedom?” katanya mengeluh pada Ibu Ainun.

Sejak itu dalam hati Habibie bertekad, Indonesia harus bangkit melanjutkan perjuangan yang sempat mandeg. Kini perjuangannya nggak sia-sia. Mesin industri pesawat bergerak lagi, mengantar R80 menuju angkasa.
[ Via: kompas ]